HPK

Mengajar Anak-Anak Gangguan Pendengaran di Tingkat Nonverbal


Mengajarkan bahasa kepada anak-anak yang tidak memiliki bahasa dan gangguan pendengaran sebenarnya merupakan masalah yang sangat kontroversial. Kontroversi tersebut bermula dari gagasan bahwa salah satu dari dua tujuan sedang ditargetkan. Salah satunya menyatakan bahwa setelah bahasa dipelajari, anak akan dapat berkomunikasi secara lisan; sementara yang lain menyatakan bahwa anak akan dapat berkomunikasi, bukan secara verbal, tetapi secara manual.

Masalah dengan Pendekatan Ini

Meskipun Anda mungkin berpikir bahwa tujuan akhir terbaik adalah menjadi anak yang bisa berbicara, beberapa kelompok tuna rungu dewasa akan sangat tidak setuju. Mereka percaya bahwa individu dengan gangguan pendengaran tidak harus verbal jika hanya untuk dapat berkomunikasi dengan seluruh populasi. Bagi mereka, asimilasi bukanlah mimpi.

Meskipun mereka bertujuan untuk menemukan beberapa dasar komunikasi yang umum, kelompok-kelompok ini tidak benar-benar berpikir perlu untuk belajar bahasa lisan hanya untuk mengambil ciri-ciri budaya orang-orang verbal.

Dan sehubungan dengan klaim ini, Anda harus memahami bahwa dalam beberapa kasus, bahasa harus dipikirkan dengan cara yang sepenuhnya nonverbal. Berikut ini adalah beberapa cara untuk memfasilitasi pembelajaran bahasa pada anak-anak nonverbal.

Bahasa Isyarat Inggris (BSL)

Ini adalah teknik komunikasi visual yang menggabungkan tanda-tanda nasional atau regional di Inggris dalam struktur tertentu dan sering dianggap sebagai bahasa tersendiri. Komunikasi semacam ini tidak memiliki bentuk tertulis.

Bahasa Inggris manual

Ini merujuk pada semua sistem komunikasi yang membutuhkan tanda, fingerpelling atau gestures, yang dapat muncul secara terpisah atau dalam kombinasi. Sistem ini menjaga urutan kata dan bentuk sintaksis bahasa Inggris yang benar.

Bahasa Inggris yang ditandatangani

Ini adalah fingerpelling dua tangan dari bahasa Inggris yang didasarkan pada tanda-tanda regional dan nasional Inggris.

Fingerspelling

Di sinilah jari-jari tangan mengambil 26 posisi yang berbeda. 26 posisi ini melambangkan 26 huruf alfabet Inggris. Kombinasi posisi ini memungkinkan pembentukan kata atau kalimat.

Pidato Isyarat

Ini adalah suplemen satu tangan untuk membaca bibir dan sering digunakan untuk mengklarifikasi fonem samar yang telah terdeteksi melalui pembacaan bibir.

Paget Gorman Bahasa Isyarat Sistematis

Ini adalah sistem yang dirancang oleh Sir Richard Paget dan digunakan untuk memberikan representasi gramatikal dari bahasa Inggris yang diucapkan. Ini menggunakan tanda dan posisi tangan yang dikonstruksi yang berbeda dari yang digunakan dalam Bahasa Isyarat Britania.

Tanda Mendukung Bahasa Inggris

Ini terdiri dari tanda untuk kata kunci yang akan membantu komunikasi lisan dan digunakan pada waktu yang tepat selama ucapan.

Terapi Auditory-Verbal

Di sisi lain, semakin banyak orang percaya bahwa bahasa harus diajarkan kepada individu nonverbal sehingga mereka benar-benar dapat menghasilkan ucapan mereka sendiri. Salah satu metode yang paling penting dalam mengembangkan bahasa lisan pada anak-anak nonverbal adalah melalui Terapi Auditory-Verbal.

Tujuan utama dari Auditory-Verbal Therapy adalah untuk memaksimalkan pendengaran residual anak sehingga audisi dapat sepenuhnya diintegrasikan dengan kepribadiannya dan bahwa ia mungkin dapat berpartisipasi dalam masyarakat pendengaran. Tujuan lain adalah menjadikan pengarusutamaan sebagai opsi yang masuk akal di masa depan. Dengan demikian, menunjukkan bahwa anak mampu seperti halnya anak yang mendengar dalam lingkungan pendidikan normal.

Premis umum dari Auditory-Verbal Therapy adalah untuk fokus pada Auditory Approach di mana anak dengan gangguan pendengaran akan diberikan instruksi untuk mendengarkan dan tidak membaca atau menandatangani secara bibir. Dengan cara ini, anak akan memanfaatkan sisa pendengarannya dan akan mudah baginya untuk belajar keterampilan pendengaran karena ia tidak akan mengandalkan pidato yang ditandatangani.

Post a Comment

0 Comments